fbpx
Lompat ke konten
Home » 7 Cara Menggunakan Instagram Stories untuk Bisnis

7 Cara Menggunakan Instagram Stories untuk Bisnis

logo instagram 3d

Bagi pelaku usaha kecil dan menengah, minimnya budget marketing kadangkala menjadi faktor lambatnya pertumbuhan usaha.

Padahal, jika mau mengalokasikan budget untuk marketing dengan didukung strategi yang matang, maka bukan tidak mungkin usahanya akan tumbuh secara signifikan.

Namun, bagi Anda pelaku usaha yang belum punya budget marketing besar, Anda bisa memanfaatkan Instagram stories sebagai alat pemasaran online Anda.

Di artikel ini, Anda akan mengetahui kenapa Anda harus memanfaatkan Instagram stories untuk menunjang usaha Anda.

Selain itu, Anda juga akan mendapatkan ide tentang jenis konten dan bagaimana cara memaksimalkannya.

Instagram Stories Bagus untuk Bisnis dan Usaha Anda, Ini Alasannya

Sudah rutin posting di feed? Kalau sudah, Anda berada di jalan yang benar.

Namun, itu saja tidak cukup. Anda juga harus memanfaatkan Instagram Stories untuk bisnis Anda.

Berikut adalah alasan kenapa Anda harus memanfaatkan Instagram stories untuk bisnis atau usaha Anda.

1. Menjangkau lebih banyak orang

Beberapa waktu lalu, CEO Instagram Adam Mosseri membagikan bagaimana algoritma Instagram bekerja, salah satu poinnya ialah Instagram berusaha merekomendasikan konten yang relevan untuk setiap penggunanya.

Membuat konten yang relevan, likeable dan saveable sudah jadi kewajiban jika Anda ingin bersaing dengan konten lainnya.

Karena saat Anda posting konten, hanya beberapa persen dari followers Anda yang akan melihat konten tersebut, itu pun kalau konten Anda dianggap relevan untuk mereka.

Oleh karenanya, Anda bisa memanfaatkan Instagram stories untuk memberitahu followers saat ada konten yang Anda post.

Instagram stories memungkin Anda menjangkau audiens yang tidak terjangkau oleh konten Instagram feed.

Menurut studi SocialInsider, memposting 5 stories per hari bisa meningkatkan retensi audiens Anda hingga 70%.

2. Bisa berinteraksi dengan audiens

Dengan fitur yang dimilikinya, seperti polling, countdown, sticker, atau kolom pertanyaan, membuat Instagram stories lebih interaktif sehingga followers Anda lebih senang untuk berinteraksi.

Menurut Adam Mosseri, salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh algoritma Instagram adalah interaksi, jika seseorang kerap berinteraksi dengan sebuah konten, algoritma Instagram akan menyimpulkan bahwa orang tesebut menyukai konten seperti itu.

Nantinya, Instagram akan merekomendasikan konten-konten sejenis kepada orang tersebut.

Itu artinya, jika followers Anda sering berinteraksi dengan konten Anda, baik feed maupun story, nantinya Instagram akan merekomendasikan konten Anda lagi kepada mereka.

Pelajari juga bagaimana agar postingan Instagram bisa masuk explore, sehingga Anda bisa menjangkau orang-orang yang belum follow Anda.

3. Bisa mengarahkan trafik dan pospek

Sebagaimana kita tahu, kita tidak bisa menyisipkan link di feed, sehingga cukup sulit jika Anda ingin mengajak mereka untuk klik link.

Biasanya kita akan mengarahkan mereka untuk klik link di bio, dan itu cukup repot.

Berbeda dengan feed, di Instagram stories Anda bisa menyisipkan link yang bisa di klik oleh followers Anda, sehingga Anda dengan mudah mengarahkan mereka ke website atau nomor WhatsApp usaha Anda.

Baca Juga  Cara Riset Pasar Online Menggunakan Instagram Story

Apalagi jika Anda sudah mendaftar Instagram Shop, Anda bisa tag produk langsung di story, sehingga memudahkan mereka untuk beli produk Anda.

Cara Memanfaatkan Instagram Stories untuk Menunjang Bisnis Anda

Setelah Anda mengetahui bagaimana Instagram Stories bisa membantu bisnis Anda, selanjutnya bagaimana cara memanfaatkan IG Stories agar lebih maksimal?

Mari kita bahas satu per satu.

1. Share teaser atau cuplikan produk

Saat Anda punya produk baru yang akan diluncurkan, Anda bisa berbagi cuplikan mengenai produk tersebut dan mempostingnya di Instagram Stories.

Hal ini akan menciptakan rasa penasaran di benak audiens Anda.

Ingat, penasaran adalah pemasaran.

Apa saja cuplikan yang bisa Anda share?

Anda bisa share proses produksinya, bagaimana produk tersebut dibuat, Anda juga bisa menanyakan kepada audiens apa harapan mereka terhadap produk baru ini.

Selain memunculkan rasa penasaran, Anda juga akan lebih engage dengan audiens Anda.

2. Behind the scene

Seperti halnya film, sebagai penonton kadang kita penasaran apa yang terjadi di belakang layar saat proses syuting film tersebut, bagaimana keseruannya, editing-nya, hingga tingkah kocak pemainnya.

Begitu pula dalam bisnis, audiens Anda kadang penasaran apa yang terjadi di belakang layar brand Anda.

Bagaimana proses menghasilkan produk yang bagus, siapa saja orang yang terlibat di dalamnya, hingga suasana kantor yang estetik pun bisa jadi daya tarik.

Di beberapa perusahaan, mereka serius dengan hal ini, berbagi hal di balik layar perusahaannya dengan membuat akun Instagram sendiri, contohnya @lifewithbsi.

Postingannya lebih personal dan santai, sehingga membuat audiens merasa lebih dekat.

3. Demo produk

Anda bisa membuat Instagram Stories yang berisi cara menggunakan produk, bagaimana cara menggunakannya dengan benar agar mendapat manfaat yang maksimal.

Misalnya, jika Anda jualan hijab, tunjukkan ke audiens Anda bagaimana cara mengenakan hijab tersebut dengan baik, bagikan tutorialnya.

Dengan ini, orang-orang yang awalnya belum tertarik untuk beli, bisa jadi mereka langsung beli karena mereka tau cara pakainya dan manfaatnya untuk mereka.

4. Live streaming dan kolaborasi

Jika Anda ingin berinteraksi dengan audiens secara langsung, maka fitur live streaming adalah pilihan tepat.

Anda bisa menyapa audiens secara langsung dan mereka pun bisa berinteraksi melalui kolom komentar.

Tidak hanya itu, Anda pun bisa berkolaborasi dengan influencer atau selebgram yang profile-nya cocok dengan usaha Anda.

Baca Juga  Cara Mengambil Foto Produk yang Baik untuk Jualan di Shopee

Misalnya, jika Anda jualan hijab, Anda bisa mengadakan talkshow melalui live streaming Instagram dengan mengundang artis hijrah dan berbagi cerita seputar pengalamannya hingga memutuskan mengenakan hijab.

5. Minta feedback dari audiens

Jika Anda mau mengeluarkan hijab baru, melalui Instagram Stories Anda bisa bertanya kepada audiens mengenai pilihan warna yang bagus atau model seperti apa yang mereka inginkan.

Bisa jadi audiens Anda punya ide-ide menarik yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh Anda, maka manfaatkanlah kesempatan ini dengan baik.

Kalau perlu, berikan hadiah untuk mereka yang memberikan ide terbaik, sehingga mereka akan lebih merasa dihargai oleh Anda.

Anda juga bisa membaca artikel bagaimana cara riset pasar menggunakan Instagram Story berikut ini.

6. Share konten orang lain yang relevan dengan bisnis

Kita harus mengakui bahwa tidak semua bisnis punya resource untuk membuat konten secara rutin di media sosial, khususnya bagi usaha kecil dan menengah.

UKM biasanya belum punya banyak tim, bahkan tidak jarang semuanya dilakukan sendiri.

Maka dari itu, Anda bisa share konten orang lain di Instagram Stories Anda, dengan catatan, konten tersebut masih relevan dengan bisnis Anda.

Kembali ke contoh jualan hijab, Anda bisa share konten yang ada kaitannya dengan perempuan, hijab, kecantikan dan lainnya, yang penting masih ada keterkaitan.

7. Manfaatkan sticker agar lebih interaktif

Berbeda dengan Instagram feed, Instagram Stories memang didesain agar lebih interaktif dengan berbagai fitur di dalamnya.

Berikut beberapa fitur/sticker yang ada di Instagram Stories:

  • Question: untuk bertanya kepada audiens dan mendapatkan feedback dari mereka
  • Poll: untuk memberikan pilihan (polling) mana yang lebih bagus
  • Countdown: untuk memberitahu audiens ketika ada momen penting seperti acara live atau jadwal peluncuran produk baru
  • GIF: untuk menyisipkan gambar/animasi agar Instagram Stories lebih menarik
  • Link: untuk menyisipkan link jika Anda ingin mengarahkan audiens ke website atau kontak lainnya
  • Product tag: untuk mengarahkan audiens ke toko online Anda dan mereka bisa langsung belanja
  • dan masih banyak lagi

Bonus: Simpan Instagram Stories Penting di Highlight

Secara default, Instagram Stories akan hilang dalam 24 jam, setelah itu audiens Anda tidak bisa melihatnya lagi.

Namun jika ada konten Instagram Stories yang menurut Anda penting, Anda bisa menyimpannya di highlight, sehingga tidak hilang dalam 24 jam dan audiens Anda bisa melihatnya berulang kali.

Itulah beberapa cara memanfaatkan Instagram Stories untuk bisnis Anda.

Nah, dari cara-cara di atas, mana yang Anda akan implementasikan pertama kali? Share di kolom komentar ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *